Langkah kecil
si gadis kecil…
Disambut
dengan tamparan
serta cacian
dan makian
dan mata
merah yang menahan tangisan
Wajahnya slalu sendu dan muram
Dia pendiam dan slalu bungkam
Tentang masa lalunya yang suram
Dan lembaran hidup yang buram
Dan smua…
Yang ada
disekelilingnya
Takkan peduli
padanya
Dia yang
lemah dan tak berdaya
Jika dia bertanya…
Tak ada yang kan menjawabnya
Dan jika dia kan ungkapkan
pendapatnya
Tak
ada seorangpun yang kan menerima
Sakit baginya
untuk menahan
Perih untuknya
bertahan
Segala
tamparan, tangisan,
Cacian
ataupun makian
Namun,sebenarnya dia bukanlah
pendusta
Ataupun ratu drama yang bermuka dua
Dia anak polos yang tak tau apa-apa
Dan slalu berkata “smua kan
baik-baik saja…”
Dalam tangis
malam…
Di bawah lentera
Sang Dewi Bulan
Dan dia
mengadukan semuanya dalam sujudnya
Hanya kepada
Tuhannya…dan dia kan merasa lega
“Ya Tuhan…Lihatlah hamba-Mu ini,
Tersenyum lunglai diantara api,
Sekuat tenaga tuk pertahankan harga
diri,
Dan menggila tuk menahan sakit hati…
Tuhan,
berilah aku kekuatan diri…
Aku ingin
lebih kuat daripada saat ini…”
Gadis kecil
itu lalu tersenyum beku
Dan gadis
kecil itu adalah aku…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar